Resolusi Konflik Peternak Itik dengan Pemilik Sawah dan Masyarakat Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

  • Kartika Afrinalsari Universitas Negeri Padang
  • Nora Susilawati Universitas Negeri Padang

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menjelaskan proses resolusi konflik peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini di analisis menggunakan teori Konflik Sosial yang di kemukakan oleh Lewis A. Coser. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, teknik pemilihan informan purposive sampling dengan jumlah informan 14 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat ada tiga tahapan yaitu negosiasi antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat, mediasi dengan Datuak, dan albitrasi dengan Wali Nagari.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menjelaskan proses resolusi konflik peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini di analisis menggunakan teori Konflik Sosial yang di kemukakan oleh Lewis A. Coser. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, teknik pemilihan informan purposive sampling dengan jumlah informan 14 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat ada tiga tahapan yaitu negosiasi antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat, mediasi dengan Datuak, dan albitrasi dengan Wali Nagari.

Published
May 29, 2020
How to Cite
AFRINALSARI, Kartika; SUSILAWATI, Nora. Resolusi Konflik Peternak Itik dengan Pemilik Sawah dan Masyarakat Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 356-363, may 2020. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/263>. Date accessed: 07 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v3i2.263.