Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Keluarga Petani yang Memiliki Anak Putus Sekolah Tingkat SLTP di Jorong IV Rotan Getah

  • Ferdinand Okta Anpersya Universitas Negeri Padang
  • Wirdanengsih Wirdanengsih Universitas Negeri Padang

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah anak putus sekolah tingkat SLTP. Untuk mencegah tingginya angka anak putus sekolah tingkat SLTP perlu adanya peranan dari orang tua untuk menanamkan tentang pentingnya pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Apa nilai–nilai yang diinternalisasikan dalam keluarga petani yang memiliki anak putus sekolah tingkat SLTP di Jorong IV Rotan Getah Nagari Muaro Sei Lolo Kecamatan Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman. Teori yang digunakan adalah Teori Rasional Petani Samuel L Popkin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dalam penelitian adalah purposive. Hasil penelitian menunjukkan anak putus sekolah disebabkan kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak, karena tidak sesuai tempat anak bersekolah yang bukan keinginan mereka melainkan hanya keinginan orang tuanya saja, akhirnya anak putus sekolah dan orang tua lebih memilih anaknya untuk bekerja saja di kebun dari sekarang dari pada habiskan waktu sama uang kalau anaknya bersekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah anak putus sekolah tingkat SLTP. Untuk mencegah tingginya angka anak putus sekolah tingkat SLTP perlu adanya peranan dari orang tua untuk menanamkan tentang pentingnya pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Apa nilai–nilai yang diinternalisasikan dalam keluarga petani yang memiliki anak putus sekolah tingkat SLTP di Jorong IV Rotan Getah Nagari Muaro Sei Lolo Kecamatan Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman. Teori yang digunakan adalah Teori Rasional Petani Samuel L Popkin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dalam penelitian adalah purposive. Hasil penelitian menunjukkan anak putus sekolah disebabkan kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak, karena tidak sesuai tempat anak bersekolah yang bukan keinginan mereka melainkan hanya keinginan orang tuanya saja, akhirnya anak putus sekolah dan orang tua lebih memilih anaknya untuk bekerja saja di kebun dari sekarang dari pada habiskan waktu sama uang kalau anaknya bersekolah.

Published
Aug 19, 2020
How to Cite
ANPERSYA, Ferdinand Okta; WIRDANENGSIH, Wirdanengsih. Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Keluarga Petani yang Memiliki Anak Putus Sekolah Tingkat SLTP di Jorong IV Rotan Getah. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 3, n. 3, p. 528-534, aug. 2020. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/296>. Date accessed: 22 oct. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v3i3.296.