Perilaku Memilih Masyarakat Desa Dalam Pemilu Legislatif (Studi Kasus) Pemilih Masyarakat Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Pada Pemilu Legislatif 2019

  • Sisi Putri Adila Universitas Negeri Padang
  • Eka Vidya Putra Universitas Negeri Padang

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena dalam pemilihan langsung popularitas calon menjadi salah satu faktor penting untuk memenangkan pemilihan umum (Pemilu). Pada konteks politik lokal, tingkat popularitas biasa ditentukan oleh ketokohan seseorang. Seperti yang terjadi pada mantan walinagari di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dimana dirinya mencalonkan diri menjadi pada pileg, namun tidak terpilih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan fenomena dukungan masyarakt Koto Rawang terhadap Novarita dalam pemilu legislatif 2019. Teori yang digunakan yaitu pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis dan pendekatan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di Nagari Koto Rawang dengan teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa menurunnnya dukungan terhadap Novarita disebabkan oleh faktor sosiologis yaitu adanya politik uang, dianggap gagal menjadi walinagari, Novarita tidak memiliki pengalaman politik. Selanjutnya yaitu disebabkan oleh faktor psikologis diantaranya adalah menolak partai novarita. Dan terakhir yaitu pendekatan rasional adalah adanya anggapan yang menyatakan peremupan tidak cocok menjadi anggota legislatif dan tidak tertarik denhan visi dan misi novarita serta adanya pesimisme dari masyarakat jika novarita tidak akan menang. Seharusnya masayarakt bisa memikirkan kembali pandangan mereka terhadap calon legislatif dan tidak tergiur dengan politik uang atau serangan fajar.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena dalam pemilihan langsung popularitas calon menjadi salah satu faktor penting untuk memenangkan pemilihan umum (Pemilu). Pada konteks politik lokal, tingkat popularitas biasa ditentukan oleh ketokohan seseorang. Seperti yang terjadi pada mantan walinagari di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dimana dirinya mencalonkan diri menjadi pada pileg, namun tidak terpilih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan fenomena dukungan masyarakt Koto Rawang terhadap Novarita dalam pemilu legislatif 2019. Teori yang digunakan yaitu pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis dan pendekatan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di Nagari Koto Rawang dengan teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa menurunnnya dukungan terhadap Novarita disebabkan oleh faktor sosiologis yaitu adanya politik uang, dianggap gagal menjadi walinagari, Novarita tidak memiliki pengalaman politik. Selanjutnya yaitu disebabkan oleh faktor psikologis diantaranya adalah menolak partai novarita. Dan terakhir yaitu pendekatan rasional adalah adanya anggapan yang menyatakan peremupan tidak cocok menjadi anggota legislatif dan tidak tertarik denhan visi dan misi novarita serta adanya pesimisme dari masyarakat jika novarita tidak akan menang. Seharusnya masayarakt bisa memikirkan kembali pandangan mereka terhadap calon legislatif dan tidak tergiur dengan politik uang atau serangan fajar.

Published
Aug 15, 2020
How to Cite
ADILA, Sisi Putri; PUTRA, Eka Vidya. Perilaku Memilih Masyarakat Desa Dalam Pemilu Legislatif (Studi Kasus) Pemilih Masyarakat Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Pada Pemilu Legislatif 2019. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 3, n. 3, p. 498-505, aug. 2020. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/320>. Date accessed: 22 oct. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v3i3.320.