Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja yang “Nongkrong” di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang)

  • Meiputri Wulandari Universitas Negeri Padang
  • Erianjoni Erianjoni Universitas Negeri Padang

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan makna nongkrong bagi remaja di Kota Padang. Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi pada perubahan makna nongkrong yang dilakukan para remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Serta dalam teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Teknik analisis data merujuk model analisis kualitatif Miles dan Huberman (reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa perubahan makna nongkrong bagi remaja yang nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang terdapat empat perubahan makna. Pertama, GOR sebagai tempat untuk mengerjakan tugas belajar, terlebih pada saat pandemi corona sekarang banyak remaja yang memgerjakan tugas di Kawasan GOR. Kedua, GOR sebagai tempat untuk menghilangkan rasa bosan, karena terlalu sering nongkrong di rumah dan di kafe. Ketiga, GOR sebagai tempat memberi ruang bagi remaja, tersedianya fasilitas seperti wifi dan colokan sehingga membuat remaja betah berlama-lama duduk di sini. Keempat, GOR sebagai tempat strategis nongkrong malam bagi remaja, Kawasan GOR sebagai kawasan yang strategis di pusat kota dan masyarakat, banyak para remaja yang nongkrong di kawasan ini sebagai suatu tempat untuk menghilangkan rasa bosan yang dialami para remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan makna nongkrong bagi remaja di Kota Padang. Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi pada perubahan makna nongkrong yang dilakukan para remaja di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Serta dalam teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang. Teknik analisis data merujuk model analisis kualitatif Miles dan Huberman (reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa perubahan makna nongkrong bagi remaja yang nongkrong di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang terdapat empat perubahan makna. Pertama, GOR sebagai tempat untuk mengerjakan tugas belajar, terlebih pada saat pandemi corona sekarang banyak remaja yang memgerjakan tugas di Kawasan GOR. Kedua, GOR sebagai tempat untuk menghilangkan rasa bosan, karena terlalu sering nongkrong di rumah dan di kafe. Ketiga, GOR sebagai tempat memberi ruang bagi remaja, tersedianya fasilitas seperti wifi dan colokan sehingga membuat remaja betah berlama-lama duduk di sini. Keempat, GOR sebagai tempat strategis nongkrong malam bagi remaja, Kawasan GOR sebagai kawasan yang strategis di pusat kota dan masyarakat, banyak para remaja yang nongkrong di kawasan ini sebagai suatu tempat untuk menghilangkan rasa bosan yang dialami para remaja.

Published
Feb 9, 2021
How to Cite
WULANDARI, Meiputri; ERIANJONI, Erianjoni. Perubahan Makna Nongkrong Bagi Remaja (Studi Kasus Remaja yang “Nongkrong” di Kawasan GOR Haji Agus Salim Kota Padang). Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 113-124, feb. 2021. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/395>. Date accessed: 06 mar. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v4i1.395.