Modal Sosial Petani Bibit Ikan Sawah di Nagari III Koto Aur Malintang Utara

  • Nicky Yulia Agusti Universitas Negeri Padang
  • Nora Susilawati Universitas Negeri Padang

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk Modal Sosial Petani Bibit Ikan Sawah di Nagari III Koto Aur Malintang Utara. Dalam menjalankan usaha bibit ikan ini petani memerlukan kerjasama dengan petani bibit ikan lain. Kerjasama terjadi karena adanya komponen dari modal sosial yaitu kepercayaan, jaringan dan norma yang menjadi acuan petani dalam menjalankan usahanya. Teori yang dipakai dalam penulisan ini adalah Teori Modal Sosial menurut Putnam, Putnam menjelaskan bahwa modal sosial adalah bagian dari kepercayaan, jaringan norma sosial yang mendorong petani bibit ikan sawah bekerjasama dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus jenis studi kasus instrinsik, teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan mengacu pada teknik analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa dalam usaha bibit ikan sawah diperlukan kerjasama antara petani bibit ikan sawah, kerjasama ini di landasi oleh kepercayaan berupa keyakinan yang didalamnya terdapat harapan berupa usaha yang saling menguntungkan, perasaan saling membutuhkan, dan adanya ikatan kekeluargaan. Selanjutnya jaringan yang menghubungkan antara sesama petani bibit ikan sawah, dan jaringan antara petani bibit ikan sawah dengan kerabatnya, dan yang terakhir adalah norma yang berupa aturan untuk pedoman berupa ketetapan harga dibentuk melalui kesepakatan bersama, dan tidak merugikan salah satu pihak.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk Modal Sosial Petani Bibit Ikan Sawah di Nagari III Koto Aur Malintang Utara. Dalam menjalankan usaha bibit ikan ini petani memerlukan kerjasama dengan petani bibit ikan lain. Kerjasama terjadi karena adanya komponen dari modal sosial yaitu kepercayaan, jaringan dan norma yang menjadi acuan petani dalam menjalankan usahanya. Teori yang dipakai dalam penulisan ini adalah Teori Modal Sosial menurut Putnam, Putnam menjelaskan bahwa modal sosial adalah bagian dari kepercayaan, jaringan norma sosial yang mendorong petani bibit ikan sawah bekerjasama dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus jenis studi kasus instrinsik, teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan mengacu pada teknik analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa dalam usaha bibit ikan sawah diperlukan kerjasama antara petani bibit ikan sawah, kerjasama ini di landasi oleh kepercayaan berupa keyakinan yang didalamnya terdapat harapan berupa usaha yang saling menguntungkan, perasaan saling membutuhkan, dan adanya ikatan kekeluargaan. Selanjutnya jaringan yang menghubungkan antara sesama petani bibit ikan sawah, dan jaringan antara petani bibit ikan sawah dengan kerabatnya, dan yang terakhir adalah norma yang berupa aturan untuk pedoman berupa ketetapan harga dibentuk melalui kesepakatan bersama, dan tidak merugikan salah satu pihak.

Published
Feb 9, 2021
How to Cite
AGUSTI, Nicky Yulia; SUSILAWATI, Nora. Modal Sosial Petani Bibit Ikan Sawah di Nagari III Koto Aur Malintang Utara. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 125-134, feb. 2021. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/408>. Date accessed: 06 mar. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v4i1.408.