Manjamu Niniak Mamak

  • Loveni Vebri UNP
  • Mira Hasti Hasmira UNP

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang hukuman dan sanksi manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat di Nagari Tandikek. Dianalisis dengan teori  ethnoscience Ward Goodenough dan mengggunakan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, jumlah informan 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian  disimpulkan bahwa aturan adat diketahui oleh masyarakat Nagari Tandikek, namun terdapat perbedaan pengetahuan antar kalangan masyarakat mengenai adanya acara Manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat. Fungsi diadakan acara manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat menurut elit tradisional adalah sebagai berikut; tanda masyarakat melanggar aturan adat, pengendalian perilaku masyarakat, manabuih doso, mengembalikan kehormatan niniak mamak, menjalin hubungan kekerabatan yang telah putus, pengendalian represif, sosialisasi nilai dan aturan adat. Sedangkan pengetahuan masyarakat umum dikalangan bapak-bapak dan ibu-ibu yaitu sebagai acara minta maaf bagi pelaku pada niniak mamak dan masyarakat serta mengakui kesalahannya. Generasi muda hanya menganggap acara manjamu niniak mamak sebagai acara pengembalian pelanggar aturan yang telah di usir dari kampung.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang hukuman dan sanksi manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat di Nagari Tandikek. Dianalisis dengan teori  ethnoscience Ward Goodenough dan mengggunakan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, jumlah informan 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian  disimpulkan bahwa aturan adat diketahui oleh masyarakat Nagari Tandikek, namun terdapat perbedaan pengetahuan antar kalangan masyarakat mengenai adanya acara Manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat. Fungsi diadakan acara manjamu niniak mamak bagi pelaku pelanggar aturan adat menurut elit tradisional adalah sebagai berikut; tanda masyarakat melanggar aturan adat, pengendalian perilaku masyarakat, manabuih doso, mengembalikan kehormatan niniak mamak, menjalin hubungan kekerabatan yang telah putus, pengendalian represif, sosialisasi nilai dan aturan adat. Sedangkan pengetahuan masyarakat umum dikalangan bapak-bapak dan ibu-ibu yaitu sebagai acara minta maaf bagi pelaku pada niniak mamak dan masyarakat serta mengakui kesalahannya. Generasi muda hanya menganggap acara manjamu niniak mamak sebagai acara pengembalian pelanggar aturan yang telah di usir dari kampung.

Published
Aug 7, 2019
How to Cite
VEBRI, Loveni; HASTI HASMIRA, Mira. Manjamu Niniak Mamak. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 2, n. 3, p. 260-271, aug. 2019. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/99>. Date accessed: 24 jan. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v2i3.99.