Perilaku Waria Kota Bukittinggi dalam Media Sosial TikTok sebagai Ruang Publik Virtual
DOI:
https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i4.1250Keywords:
Media Sosial, Perilaku Waria, Ruang Publik Virtual, TikTokAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk perilaku waria Kota Bukittinggi dalam media sosial TikTok sebagai ruang publik virtual. Penelitian ini menarik dikaji karena menggambarkan realitas sosial waria sebagai kelompok minoritas dalam masyarakat ditengah perkembangan teknologi dan media massa yang pesat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif waria Kota Bukittinggi dalam media sosial TikTok menjadi ruang publik virtual bagi dirinya. Jenis penelitian menggunakan kualitatif tipe fenomenologi. Pemilihan informan menggunakan purposive pada 7 informan dengan kriteria seorang waria, pengguna Tiktok, melakukan livestreaming minimal 3 kali sehari serta jumlah like dan followers minimal 1k(1000). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data dianalisis dengan model analisis Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Dengan analisis teori Fenomenologi Husserl, pengalaman kurang menyenangkan yang dialami pada kehidupan nyata mendorong waria melakukan perilaku menggunakan media sosial TikTok sebagai ruang publik virtualnya untuk mendapatkan penerimaan diri, ruang gerak yang lebih bebas dalam ekspresi diri atau eksistensi diri, pemenuhan kebutuhan hidup, dan interaksi sosial yang berarti bagi mereka yang tidak diperoleh dalam kehidupan nyata Temuan menunjukkan 5 bentuk perilaku waria Kota Bukittinggi dalam media sosial TikTok sebagai ruang publik virtual, yaitu (1)Mengekspresikan Diri, (2)Memperoleh Penghasilan, (3)Mencari Pasangan, (4)Menjalin Interaksi dengan Sesama Kelompok Minoritas dan Netizen, (5)Memitigasi Akun dan Perlakuan Buruk di TikTok. Penelitian ini berkontribusi sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah ataupun organisasi kemasyarakatan dalam merancang program edukasi terkait keberagaman gender, serta literatur awal tentang kelompok minoritas dan media sosial
Downloads
References
Afsheen, S., & Ahmed, S. (2021). Role of Tik Tok in Social Acceptability and Improved Socio-Economic Status (SES) of Transgender and Trans-sexual in Pakistan. Journal of Media Studies, 36(1), 151–163. https://tehqeeqat.com/english/articleDetails/20026
Alfatah. (2024). Satpol PP Bukittinggi sosialisasikan Perda Trantibum atasi Kasus LGBT. https://sumbar.antaranews.com/berita/616206/satpol-pp-bukittinggi-sosialisasikan-perda-trantibum-atasi-kasus-lgbt
Bahfiarti, T., Theriady, A. A. Z., Akmalia, D., & Sabir, T. A. (2021). Penggunaan Media Sosial pada Calabai di Sulawesi Selatan. Jurnal Komunikasi Global, 10(2), 197–213. https://doi.org/10.24815/jkg.v10i2.22343
Bhandari, A., & Bimo, S. (2022). Why’s Everyone on TikTok Now? The Algorithmized Self and the Future of Self-Making on Social Media. Social Media and Society, 8(1). https://doi.org/10.1177/20563051221086241
Campbell, S., Greenwood, M., Prior, S., Shearer, T., Walkem, K., Young, S., Bywaters, D., & Walker, K. (2020). Purposive Sampling: Complex or Simple ? Research Case Examples. Journal of Research in Nursing, 25(8), 652–661. https://doi.org/10.1177/1744987120927206
Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry and Research: Choosing Among Five Approaches (Second Edi). Sage Publications. https://doi.org/10.1111/1467-9299.00177
Delpiera, R. (2023). Sedang Live di Medsos, Dua Waria Pembuat Akun Gay Bukittinggi Diamankan Satpol PP. InfoSumbar. https://infosumbar.net/berita/berita-sumbar/sedang-live-di-medsos-dua-waria-pembuat-akun-gay-bukittinggi-diamankan-satpol-pp/
Faula, Q. (2022). Presentasi Diri Waria melalui Media Sosial Instagram di Kota Palembang. Jurnal Empirika, 6(2), 105–121. https://doi.org/10.47753/je.v6i2.108
Gawa, E. C. S., & Te’dang, V. (2023). Penggunaan Media Sosial Sebagai Simbol dalam Mendukung Hubungan LGBT. Journal on Education, 05(04), 15598–15608. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2669
Gibson, W. B. (1962). Husserl Ideas : General Introduction to Pure Phenomenology. New York: The Macmillan Company.
Hartono, A. M., Febrianda, M. S., & Achmada, V. (2022). Tiktok Sebagai Platform Venting Mendorong Cyberbullying Gen-Z. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 01(13), 13–22.
Hidayah, A., Marcelawati, Y., & Saputra, H. (2021). Cyber Harassment: Fenomena Hate Comment di Era Pandemi Covid-19 pada Akun Tik-Tok @y***q. JMM: Jurnal Masyarakat Maritim, 05(01). https://doi.org/doi.org/10.31629/jmm.v5i1.3419
Hilmi, N. (2023). Menilik Komunitas Waria dan Bahasanya di Media Sosial. UNAIRNEWS.
Husserl, E. (1999). The Idea of Phenomenology (1st ed.). Springer Dordrecht.
Khairani, N., & Rodiah, I. (2023). Kekuatan Media Sosial untuk Meningkatkan Eksistensi LGBT. Journal of Feminism and Gender Studies, 3(2), 107–120. https://doi.org/10.19184/jfgs.v3i2.42415
Kholifah, A. N., Sutinah, & Susanti, E. (2023). Kehidupan Sosial Waria di Tengah Masyarakat Muslim Yogyakarta. Journal of Urban Sociology, 6(1), 21. https://doi.org/10.30742/jus.v1i1.2746
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mujiyanti, A., & Mazaya, V. (2023). Generation Z Media Literacy Awareness of the Rainbow Symbol on Tik-tok as an LGBT Campaign. IQTIDA Journal of Da’wah and Communication, 3(2), 178–192. https://doi.org/10.28918/iqtida.v3i2.2155
Natalia, T. (2025). Makin Kecanduan, Warga RI Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20250126205256-128-606097/makin-kecanduan-warga-ri-pengguna-tiktok-terbanyak-di-dunia
Nijhoff, M., & Hague, T. (1973). Edmund Husserls: The Idea of Phenomenology. University of Michigan Libraries.
Nugraheni, S., Putri Marchela, D., Kamila Al Ghozali, S., Khoirul Ahya, M., Junaedi, M., & Roesner, M. (2023). Konsep Fenomenologi Edmund Husserl dan Relevansinya dalam Konsep Pendidikan Islam. Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 143–154. https://jurnal.samodrailmu.org/index.php/jak/article/view/140
Pemerintah Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat. (2015). Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pemerintah Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat. https://peraturan.bpk.go.id/Details/20890/perda-kota-bukit-tinggi-no-3-tahun-2015
PKBI. (2020). Profil Waria Dalam Program Peduli Lindungi. In Y. Supriadi & A. N. Kristianto (Eds.), PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) (p. 108). PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia). https://pkbi.or.id/buku-profil-program-peduli-pilar-waria/
Prabowo, R. T., & Handoyono, P. (2023). Biduan Waria Pada Media Sosial (Analisis Wacana Model Teun A. Van Djik Akun TikTok Viki Fida dan Youtube MJ Dangdut Official). Paradigma, 12(03), 251–260. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/57401
Rafi, S. Y., Hamzah, R. E., & Pasaribu, M. (2021). Pengalaman Komunikasi LGBT Genarasi Z Melalui Media Sosial. Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora, 4(1), 31–40. https://doi.org/10.32509/petanda.v4i1.1841
Rizaty, M. A. (2024). Daftar Negara Pengguna Tiktok Terbesar di Dunia pada April 2024, Indonesia Teratas. DataIndonesia.Id. https://dataindonesia.id/internet/detail/daftar-negara-pengguna-tiktok-terbesar-di-dunia-pada-april-2024-indonesia-teratas
Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Wibowo, S., & Sukardani, P. (2023). Motif Keterbukaan Kelompok Minoritas Lgbt (Lesbian, Gay, Biseksual, Dan Transgender) Di Surabaya Pada Media Sosial Tiktok. Commercium, 7(3), 77–86.
Widianti, M. A., Maulidia, A., Amanda, A. F., & Azahra, V. L. (2023). Kreativitas Menjadi Pendapatan: Pemanfaatan TikTok Menjadi Media Penghasilan di Era 5.0. Jurnal Sinestesia, 13(2), 781–791. https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/394
Yudha, A. T., Rahma, A. N. D., & Pohan, S. (2023). Metakomunikasi dalam Fenomena Mengemis Online di Media Sosial Tiktok. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 6(2), 959–967. https://doi.org/10.34007/jehss.v6i2.1964
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









