Peran Guru dalam Penerapan Equal Being Melalui Interaksi Sosial di Sekolah Inklusif

Authors

  • Nadira Adrevi Putri Universitas Negeri Padang
  • Gusmira Wita Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v9i1.1408

Keywords:

Equal being, Interaksi sosial, Pendidikan inklusif, Peran guru

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam penerapan equal being melalui interaksi sosial antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif SMAN 3 Padang Panjang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian di pilih menggunakan teknik purposive meliputi guru, siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengabsahan data yaitu Triangulasi Metode. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan inklusif yang tidak hanya menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Selain itu, konsep equal being masih terbilang baru dan jarang dikaji dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia, sehingga penelitian ini penting secara teoritis untuk memperkaya kajian kesetaraan dan integrasi sosial melalui perspektif teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan role model dalam membangun interaksi sosial inklusif. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan guru, hambatan komunikasi, serta kurikulum yang belum fleksibel. , sehingga masih terjadi disfungsi berupa diskriminasi dan kurangnya internalisasi nilai kesetaraan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bahwa penerapan equal being dapat memperkuat fungsi integrasi dalam sistem pendidikan inklusif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan pemahaman siswa reguler terhadap perbedaan, dan hambatan komunikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, W., & Hadi, S. (2018). Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas Di Jawa Timur [Educational Rights of Persons with Disabilities in East Java]. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 14(2), 85–101.

Akhmad, A., Tiara, U., Pauziah, P., & Opi, A. (2024). Pendidikan Segregasi, Integrasi dan Inklusi. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, 2(2), 54-61.

Astawa, I. N. T. (2021). pendidikan inklusi dalam memajukan pendidikan nasional I Nyoman Temon Astawa. Jurnal Pendidikan Hindu, 8(1), 65–76.

Dalyono, B. (2019). Guru Profesional sebagai Faktor Penentu. Bangun Rekaprima, 2(3), 12.

Erva, K. & Taufik, M. (2024). Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Inklusif. Journal Innovation In Education, 2(3), 101–107. https://doi.org/10.59841/inoved.v2i3.1369

Fahri, L. M., & Qusyairi, L. (2019). Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran. Palapa, 7(1), 149-166.

Gusti, N. S. (2021). Implementasi Pendidikan Inklusi dalam Setting Sekolah Menengah Atas di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 7(3), 532. https://doi.org/10.33394/jk.v7i3.3469

Isna, A. (2024). Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan inklusi di SMPN 28 Kota Tangerang. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kemendikbudristek. (2022). Salinan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. (2008). Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia. Medan: Restu Printing Indonesia.

Khomalasari, S., & Indah Lutfiatin, D. (2024). Pentingnya peran guru dalam mengembangakan interaksi sosial anak autis pada jenjang sekolah dasar. Journal of Educational Sciences, 1(1).

Lailisna, N. N. (2015). Pendidikan Untuk Kesetaraan: Hak Bersama. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 14(2), 113. https://doi.org/10.14421/musawa.2015.142.113-122

Lisnawati, D., Kuntari, S., & Hardiansyah, R. (2023). Pelatihan Guru dalam Pendidikan Inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus.

Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). Yogyakarta Press.

Mustika, D., Romadan, S., & Jelita, W. (2025). Peran Guru dalam Mendukung Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas Inklusif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 19044-19051.

Muslimah, R., & Darmayanti, M. (2024). A Implementation Of Inclusive Education In Primary Schools: A Literature Review And Bibliometric Analysis . JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 8(2), 130–142.

Nilamsari, N. (2014). Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif. Wacana, 8(2), 177–1828.

Purnando, R. (2018). Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Alam. Jurnal Pendidikan Inklusif, 1(1).

Puspitaningtyas, A. R. (2022). Analisis Peran Guru Dalam Membantu Interaksi Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 10(2), 163. https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v10i2.1412

Puspitaningtyas, A. R. (2020). Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SDN 4 Kilensari. Education Journal: Journal Educational Research and Development, 4(2), 163-170.

Rahayu, R. (2017). Peran Guru dalam Mengembangkan Interaksi Sosial Anak Autis di SD Al Firdaus Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rini, T. A., & Azizah, N. (2024). Students' Perspectives on Inclusive Education in Indonesia: Insights from a Systematic Literature Review. Indonesian Journal of Educational Research and Review, 7(2), 455-466.

Saadati, B. A., & Sadli, M. (2019). Implementasi Pendidikan Inklusi Berbasis Pengembangan Diri di Sekolah Alam Jogja Green School. El Midad, 11(2), 117–132. https://doi.org/10.20414/elmidad.v11i2.1898

Sidiq, Z., Latif, A., & Nurfaidah, N. (2022). Pendidikan Inklusif: Suatu Strategi Menuju Pendidikan untuk Semua. Journal of Disability Studies and Research (JDSR), 1(2), 101-115.

Sugiyono, S. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Triyunanto, C. (2025). Satuan Pendidikan Inklusif Naik 23%. https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8233492/satuan-pendidikan-inklusif-naik-23-ini-kata-dirjen-vokasi-dan-pkplk

Wati, W. (2022). Peran Manajemen Pendidikan Inklusif Terhadap Peningkatan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Parepare. IAIN Parepare.

Wulan, H., Putri, F., Nurhida, P., & Laeli, S. (2024). Peran Guru dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran Inklusif di Jenjang Sekolah Dasar Teluk Pinang 02. Karimah Tauhid, 3(7), 8074–8080.

Published

2026-03-09