Pemaknaan Aktivitas Nongkrong Bagi Remaja Gen Z di Kecamatan Rokan IV Koto

Authors

  • Widya Dwi Juliyanti Universitas Negeri Padang
  • Mohammad Isa Gautama Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v9i2.1507

Keywords:

Budaya Popular, Gaya Hidup, Interaksionime Simbolik, Nongkrong, Remaja Gen Z

Abstract

Remaja Gen Z yang ada di Kafe Kopi Darat sangat mengandrungi nongkrong di kafe sebagai gaya hidup di zaman modern ini, terbukti dari tingginya intensitas kunjungan ke kafe beberapa waktu terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemaknaan aktivitas nongkrong bagi remaja Gen Z di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan tipe fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive, yaitu menentukan narasumber yang relevan, dalam hal ini, narasumber terdiri dari seorang owner kafe dan 19 orang pengunjung kafe. Teori yang digunakan adalah interksionisme simbolik George Herbert Mead, yang melihat bahwa interaksi sosial yang terjadi di ruang publik memiliki makna yang terlepas dari esensi utama aktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, remaja Gen Z yang ada di Kafe Kopi Darat pada saat melakukan aktivitas nongkrong melahirkan beberapa makna, yaitu : pertama, aktivitas nongkrong sebagai tempat menikmati kopi. Kedua, sebagai sarana berfoto untuk kebutuhan (update) media sosial. Ketiga, sebagai tempat untuk menghilangkan strees, Keempat. sebagai tempat untuk mengerjakan tugas. Kelima, sebagai tempat untuk bermain game. Beberapa penelitian yang ada telah menjelaskan terkait pemaknaan aktivitas nongkrong, namun penelitian ini fokus kepada nongkrong yang dilakukan oleh Remaja Gen Z yang diperkuat dengan analisis makna dari aktivitas tersebut menggunakan pendekatan teoritis. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa pemaknaan aktivitas nongkrong bagi remaja Gen Z tentunya berpengarruh kepada gaya hidup seperti konsumerisme yang makin kuat di kalangan remaja, dan juga akan banyak menyita waktu sehingga para remaja akan lupa waktu terhadap kesehariannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdusshomad, A. (2021). Gaya Hidup Nongkrong di Kafe dan Perilaku Gosip sebagai Kontrol Sosial: Hangout Lifestyle in Cafe and Gossiping Behavior as Social Control. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 16(1), 57-68. https://doi.org/10.37680/adabiya.v16i1.593

Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826-833.

Akhmad, K. A. (2015). Pemanfaatan Media Sosial bagi Pengembangan Pemasaran UMKM (Studi Deskriptif Kualitatif pada Distro di Kota Surakarta). Duta Com Journal, 9(1), 43–54. http://journal.stmikdb.ac.id/index.php/dutacom/article/view/17

Azzahra, M., Abdurahman, A. I., & Alamsyah, A. (2023). Fenomena Ngopi di Coffee Shop Pada Gen Z. Social Science Academic, 1(2), 493–506. https://doi.org/10.37680/ssa.v1i2.3991

Bado, B., Tahir, T., & Supatminingsih, T. (2023). Studi Social Climber Gen-Z dan Perilaku Ekonominya. Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 4(1), 503–526.

Derung, T. N. (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(1), 118-131.

Estika, I., Asriwandari, H., & Si, M. (2017). Lifestyle the teenagers of city (the study of visitors café in Pekanbaru). Jom fisip, 4(1), 1-15.

Fahtoni, H. (2022). Pemaknaan Aktivitas Nongkrong di Kafe sebagai Budaya Milenial (Studi Fenomenologi Terhadap Pengunjung Kafe di Kota Pematangsiantar). Communication & Social Media, 2(1), 14–21. https://doi.org/10.57251/csm.v2i1.466

Firinanda, R., Lestari, S. A. C., Izzah, A. N., & Pramesti, M. L. (2023). Pesona Outfit Sebagai Identitas Anak Muda Saat Mengunjungi Kafe. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 1(3), 263-276.

Gustam, R. R. (2015). Karakteristik Media Sosial dalam Membentuk Budaya Populer Korean Pop Dikalangan Samarinda dan Balikpapan. EJournal Ilmu-Komunikasi, 3(2), 224–242.

Habsari, S. U. H. (2015). Fashion Hijab dalam Kajian Budaya Populer. Jurnal PPKM, 126–134.

Hafizah, N. (2023). Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan Bangsa Indonesia. Journal of Creative Student Research (JCSR), 1(1), 37–41.

Herlyana, E. (2012). Fenomena Coffee Shop Sebagai Gejala Gaya Hidup Baru Kaum Muda. ThaqÃfiyyÃT, 13(1), 188–204.

Jermias, E. O., & Rahman, A. (2025). Praktik Sosial Nongkrong Pada Kalangan Pemuda Di Kawasan Tanjung Dapura Kota Makassar. Al-Amiyah: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(02), 161-174.

Marbawani, G., & Hendrastomo, G. (2021). Pemaknaan Nongkrong bagi Masyarakat Yogyakarta. Jurnal Kajian Sosiologi, 9(1), 1–16.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Pres).

Nurikhsan, F. (2019). Fenomena coffe shop di kalangan konsumen remaja. Widya Komunika, 9(2), 137-144.

Perdana, A. (2015). Interaksi dan Budaya Komunikasi Dalam Kedai Kopi Tradisional (Studi Etnografi Pada Dua Kedai Kopi Tradisional di Kota Malang). Universitas Brawijaya.

Ranubaya, F. A., & Endi, Y. (2023). Analisis Privasi dan Publikasi Postingan Media Sosial di Kalangan Orang Muda Menurut Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(2), 133–144. https://doi.org/10.37329/metta.v3i2.2455

Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Siregar, M. R. A., Salsabila, A. S., Mutmainah, S. H., & Inzaghi, K. W. (2023). Memahami Perilaku Generasi Z di Kedai Kopi Bogor Timur. Jurnal Riset Public Relations, 2(1), 1-6.

Saputri, D. A., Lestari, N. B., & Firinanda, R. (2023). Representasi image anak muda dalam budaya ngopi. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(2), 122-135.

Sofyan, N. N., et al. (2023). Budaya Nongkrong dan Identitas Sosial di Coffee Shop. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sugiyono, S. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryani, C. D., & Kristiyani, D. N. (2021). Studi Fenomenologi Pada Gaya Hidup Baru Anak Muda Sebagai Pengunjung Coffee Shop Di Kota Salatiga. PRecious: Public Relations Journal, 1(2), 177–201.

Syaifullah, A. (2016). Perubahan Makna Nongkrong (Studi Kasus Interaksi Sosial Mhasiswa di Kafe Blandongan). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Widiyaningsih, D. S. (2022). Meaning of Cafe for Millennial Y Makna Kafe Bagi Remaja Milenial Sebagai Bentuk Citra Diri di Media Sosial. Publiciana, 15(01), 12–18. https://doi.org/10.36563/publiciana.v15i01.374

Published

2026-06-05