Analisis Kebijakan Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kota Mojokerto dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Authors

  • Nadya Talia Putri Istiqomah Universitas Muhammadiyah Malang
  • Sulismadi Sulismadi Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v9i2.1525

Keywords:

BAZNAS, Interaksi simbolik, Microfinance, Pemberdayaan ekonomi

Abstract

BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kota Mojokerto merupakan program keuangan mikro nirlaba yang bertujuan menyediakan jasa finansial kepada pelaku usaha mikro melalui pendayagunaan zakat produktif. Urgensi penelitian ini didasari oleh banyaknya pelaku UMKM yang mengalami kegagalan akibat tata kelola finansial yang buruk, terutama kesulitan dalam memisahkan dana pribadi dengan modal usaha. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya ketergantungan pelaku usaha mikro di Kota Mojokerto terhadap pinjaman informal atau rentenir sebagai solusi instan untuk menutupi kekurangan kas usaha. Fenomena tersebut menjadi hambatan signifikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer digunakan untuk membantu memahami bagaimana simbol, makna dan interaksi sosial digunakan pengelola BMD dengan para pelaku usaha mikro dalam pelaksanaan program microfinance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program tidak hanya terletak pada aspek finansial, melainkan pada keberhasilan pengelola menanamkan makna “zakat sebagai amanah” kepada pelaku usaha. Interaksi intensif yang terbangun menciptakan hubungan sosial yang kuat, sehingga mampu menggeser ketergantungan pada rentenir menjadi kemandirian ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai agama dalam interaksi sosial menjadi kunci utama dalam meningkatkan kedisiplinan dan kelangsungan usaha mikro.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, N. (2019). Buku Referensi Mengenai Penelitian Kualitatif. Repositori UPI.

Aljufri, F. A. H. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dengan menggunakan Dana Zakat Melalui Pembiyaan Baznas Microfinance Desa Kabupaten Sigi Dalam Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Filantropi Islam, 5(2), 151-157.

Azhar, M. F., Hamdani, I., & Gustiawati, S. (2022). Pengaruh Penyaluran Dana Zakat Produktif terhadap Peningkatan Usaha Mikro: Studi Kasus Baznas Microfinance Desa Jabon Mekar. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 3(3), 602.

Blumer, H. (1986). Symbolic interactionism: Perspective and method. Univ of California Press.

Budiyono, B., & Usman, M. (2024). Peran Zakat Profesi Aparatur Sipil Negara dalam Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus di Baznas Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 sampai dengan 2022). Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 4079-4090.

Candri, K., Rahmany, S., & Hendri, Z. (2023). Implementasi Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2018 Terhadap Peningkatan Pengelolaan Penghimpunan Dana Zakat (Studi Kasus BAZNAS Kabupaten Bengkalis. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 15058-15077.

Daud, M., Aziz, A. A., & Zulpawati, Z. (2023). Peran Program Baznas Microfonance Dalam Mengurangi Kemiskinan Di Lombok Barat. Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 6(2), 1245-1255.. doi: 10.36778/jesya.v6i2.1248.

Hanifah, M., & Janah, U. R. (2025). Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) sebagai Model Pemberdayaan Mustahiq. Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster, 4(1), 43-55.

Hasan, S., Elpisah, E., Sabtohadi, J., Abdullah, A., & Fachrurazi, F. (2022). Manajemen keuangan. Penerbit Widina.

Husin, S. S., Abd Rahman, A. A., & Mukhtar, D. (2021). The symbolic interactionism theory: A systematic literature review of current research. International Journal of Modern Trends in Social Sciences, 4(17), 113-126.

Jasri, J., Wahdah, A. S., Ridwan, M., & Malik, A. (2023). Efektivitas Program Pembiayaan Mikrofinance Desa Oleh Baznas Dalam Mendorong Pengembangan Usaha Mikro Mustahik. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 16(2), 556-563.

Luthfie, M., Ali, M. N. S., & Santoso, H. (2025). Symbolic Interaction In Village Development. Jurnal Ilmiah Sosial Mamangan 14(1), 70–85.

Nurfiyani, E., & Khanifa, N. K. (2021). Implementasi Baznas microfinance desa dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi mustahiq. Syariati, 7(1), 540761.

Puspita, I., Hakim, R., & Salama, S. C. U. (2024). The Role of Baznas in Program Implementation for MSMEs: Case Study at Baznas Microfinance in Sawojajar Village, Malang. East Java Economic Journal, 8(2), 165-178.

Raho, B. (2007). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Palasari, R. S., Wijayanti, D. I., & Safitri, A. (2025). Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana: Studi Kasus pada Binaan BAZNAS: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 2779-2787.

Saadah, M., & Hasanah, U. (2021). The common goals of BAZNAS’zakat and sustainable development goals (SDGs) according to Maqasid Al-Sharia perspective. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 16(2), 302-326.

Sari, F. R., Susiyanto, S., & Heriyanti, L. (2025). Capital in Workers'survival Strategies Umkm Kerupuk Komplang In Bengkulu City. Jurnal Analisa Sosiologi, 14(3).

Ummah, M. S. (2019). Metode Penelitian Kualitatif . CV. Syakir Media Press.

Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896-2910.

Published

2026-06-05