Resiliensi Anak Korban Perceraian Orang Tua

Authors

  • Heru Solimin Universitas Negeri Padang
  • Nora Susilawati Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i4.1178

Keywords:

Anak, Perceraian Orang Tua, Resiliensi

Abstract

Di Indonesia kasus perceraian masih tergolong tinggi. tingginya kasus perceraian ini akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan psikologis anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi dan faktor yang mempengaruhi kemampuan resliensi pada anak korban perceraian orang tua. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu teori structural fungsionalisme Talcott Parson. Metode yang digunakan alam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive dengan jumlah informan 21 orang dengan kriteria yaitu anak yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data digunakan yaitu analisis data model Miles Huberman. Hasil penelitian menemukan gambaran resiliensi anak korban perceraian di nagari yaitu anak mampu memposisikan diri sesuai kondisi dan situasi yang dialaminya setelah perceraian orang tuanya, pengendalian diri terhadap tekanan lingkungan, dan efikasi diri. Faktor yang mempengaruhi resiliensi anak yaitu dukungan dari luar diri individu seperti nenek dan paman, kekuatan yang berasal dari diri anak untuk bangkit kembali setelah perceraian orang tua, dan kemampuan anak untuk lebih mandiri serta membantu orang tuanya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifuddin, B.A. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia

Ariani, A. I. (2019). Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan Sosial Anak. Phinisi Integration Review, 2(2), 257-270.

Astuti, A. E. E., & Nur, H. (2025). Resiliensi Sebagai Mekanisme Bertahan Anak Dalam Dinamika Keluargyang Tidak Harmonis: Kajian Literatur. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(2), 33-42.

Choirul, A., Ma’ruf, M., & Lestari, A. D. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resiliensi Anak dalam Keluarga Bermasalah. Jurnal Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 12(1), 45–58.

Desyana, C. E., Handayani, A., & Lestari, F. W. (2023). Resilience of Broken Home Children in Building SelfEfficacy among Middle School Students. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 7(2), 140-159.

Fahrezi, A., & Diana, R. (2019). Pola Asuh Co-Parenting dan Penyesuaian Diri Pada Remaja dengan Orangtua Bercerai (Broken Home). Wacana, 11(2), 196-212

Goode, W. J. (2011). Sosiologi Keluarga. Bandung: Bumi Aksara

Gunawan, E., & Maramis, R. (2023). Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua. JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health, 4(1), 32 – 48.

Hidayati, K. B., & Farid, M. (2016). Konsep diri, adversity quotient dan penyesuaian diri pada remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 5(02), 137-144.

Hadyani, I. A., & Indriana, Y. (2017). Proses Penerimaan Diri Terhadap Perceraian Orangtua. Jurnal Empati, 7(3), 303–312.

Hammersmith, A. M. (2018). Life Interrupted: Parents’ Positivity and Negativity Toward Children Following Children’s and Parents’ Transitions Later in Life. The Gerontologist, 59(3), 519– 527

Hayati, R., Junita, N., & Amalia, I. (2023). Resiliensi pada Anak dari Orangtua Bercerai. INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 11-24.

Helaluddin, & Wijaya, H. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori &. Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Hermansyah, M. T., & Hadjam, M. N. R. (2020). Resiliensi pada remaja yang mengalami perceraian orang tua: Studi Literatur. Motiva: Jurnal Psikologi, 3(2), 52–57.

Judijanto, L., Asfahani, A., Bakri, A. A., Susanto, E., & Kulsum, U. (2022). AI- Supported Management through Leveraging Artificial Intelligence for Effective Decision Making. Journal of Artificial Intelligence and Development, 1(1), 59–68.

Latifah, S., Adiwinata, A. H., & Nadirah, N.A. (2023). Penerimaan Diri Anak Terhadap Perceraian Orang Tua. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 7(10), 1-15

Lauer, R. H. (1989). Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Bina Aksara

Lestari, H. K., Sumijati, V. S., & Hastuti, L. W. (2015). Sand Tray Therapy Untuk Menurunkan Gejala Depresi Pada Anak Pasca Perceraian Orangtua. Prediksi, 4(1), 42-50.

Mone, H. F. (2019). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikososial Dan Prestasi Belajar. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 6(2) 155-163

Najmuddin, A. H., Khamimah, N., & Ufaira, N. S. (2023). Perceraian di Era Digital: Pengaruh Media Sosial dan Teknologi. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 1(4), 1-15.

Nugraha, A. C. w., Bangun, M.F.A., Sarasati, B., Penggalih, C., Perindu, C. (2024). Dinamika Resiliensi Korban Perceraian Orang Tua. Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 7(5), 1-16

Parsons, T. & Bales, R.F. (1998). Family, Socialization and Interaction Process. Routledge.

Parsons, T. (2012) The Social System. Jakarta: Rajawali Pers.

Pertaminawati, H., Arifa, S.H. (2024). Studi Figh Perceraian dalam Demografi Wilayah. Misykat al-Anwar Jurnal Kaian Islam dan Masyarakat, 7(1),40-48

Prasetya, T. A. P., Dimala, C. P., Maulidia, A. S. (2024). Resiliensi pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai: melalui Self-esteem dan Dukungan Sosial Teman Sebaya. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K). 5 (2), 437-445

Priasmoro, D. P., Widjajanto,E., & Supriati, L. (2016). Analisis Faktor-Faktor Keluarga Yang Berhubungan Dengan Perilaku Agresif Pada Remaja di Kota Malang (Dengan Pendekatan Teori Struktural Fungsional Keluarga). Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Science), 4(2), 114-126.

Rahayu, I., Suwarna, A. I., Wahyudi, E., Asfahani, A., & Jamin, F. S. (2024). Pendidikan Lingkungan Hidup dengan Membentuk Kesadaran Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial di Kalangan Pelajar. Global Education Journal, 2(2),101–110

Ramadhani, P. E., & Krisnani, H. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109-119.

Ritzer, G. & Goodman, D. J. (2011). Teori Sosiologi Modren. Jakarta: Kencana Prenada Group

Santiago, P. A., Lesawengen, L., & Kandowangko Nicolaas. (2023). Dampak Perceraian Terhadap Kepribadian Anak (Studi Pada Keluarga Yang Bercerai di Desa Melong Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud). Jurnal Ilmiah Society., 3(1), 1-7.

Ulfa, R. A., Asfahani, A., & Aini, N. (2021). Urgensi Orang Tua dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 bagi Siswa RA. Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development, 1(2), 24–31

Wekke, I. S., Hermawanto, A., & Ashrori, M. (2016). Keberagamaan Mahasiswa di Perguruan Tinggi Wilayah Minoritas Muslim. Ulul Albab, 17(2), 135

Published

2025-12-19