Kecantikan sebagai Realitas Terkonstruksi: Analisis Mask Girl Melalui Dialektika Berger dan Semiotika Barthes
DOI:
https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i3.1184Keywords:
Konstruksi Sosial, Mask Girl, SemiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi sosial cantik dalam drama Korea Mask Girl. Hal ini menarik untuk dikaji karena kecantikan ditampilkan sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui proses dialektis eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam konteks tersebut, muncul isu-isu sosial seperti lookism, beauty privilege, bullying dan cyberbullying sebagai konsekuensi dari standar kecantikan yang dilembagakan dalam masyarakat. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu konstruksi sosial oleh Peter L Berger. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Miles dan Huberman antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data diperoleh melalui observasi dengan mengamati video dan mengidentifikasi tanda yang terdapat pada scene yang ada, dokumentasi dan tinjauan pustaka serta wawancara dengan 5 informan yang telah menonton seluruh episode Mask Girl. Hasil dari penelitian ini menjelaskan secara makna denotasi, konotasi dan mitos dari scene gambar yang terdapat dalam adegan diantaranya pertama, cantik bukan hanya estetika, tapi juga aturan sosial tentang bagaimana seseorang boleh bermimpi, berperilaku dan diperlakukan. Kedua, ideologi kecantikan memaksa penyesuaian diri. Ketiga, kecantikan berfungsi sebagai kapital sosial. Studi terdahulu mengkaji konstruksi kecantikan sebagai sesuatu yang diterima melalui media, iklan dan sosial media dengan pendekatan komunikasi dan sastra. Sedangkan, penelitian ini justru mengkritik konstruksi tersebut dengan mengungkapkan bahaya standar kecantikan dalam menciptakan identitas palsu dan mengorbankan kebahagiaan perempuan melalui perspektif sosiologi.
Downloads
References
Amalaa, A., & Nawawi, A. (2022). Beauty Privilege in the Film “Imperfect.” Syams: Jurnal Studi Keislaman, 3(2), 103–118. https://doi.org/10.23971/js.v3i1.6093
Annur, C. M. (2022). Survei: Perempuan Suka Film Korea, Laki-laki Film Barat. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/08/06/survei-perempuan-suka-film-korea-laki-laki-film-barat.
Anartia, N., Amaretha, R. & Meltareza, R. (2023). Analisis Perspektif Influencer Pada Beauty Privilege Dalam Sosial Media Instagram. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 2(1), 27–40. https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i1.679
Chae, J. (2019). What makes us accept lookism in the selfie era? A three-way interaction among the present, the constant and the past. Computer in Human Behavior, 97, 75–83. https://doi.org/10.1016/j.chb.2019.03.012
Christanti, O. N., & Raditya, A. (2013). Konstruksi “Perempuan Cantik” di Kalangan Siswi SMAN 1 Sooko Mojokerto. Paradigma, 01(03), 1–7.
Desvianty, S., Arieta, S., & Wahyuni, S. (2023). Konstruksi Sosial Konsep Cantik Pada Remaja Di Kota Tanjungpinang. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
DetikHealth. (2015). Bertubuh Gemuk, Remaja 14 Tahun Dibully Hingga Alami Pendarahan Usus. https://health.detik.com/anak-dan-remaja/d-2718104/bertubuh-gemuk-remaja-14-tahun-di-i-bully-i-hingga-alami-perdarahan-usus.
Harmon, A. (2023). Lookism. EBSCO. https://www.ebsco.com/research-starters/social-sciences-and-humanities/lookism#:~:text=Lookisme%2C juga dikenal sebagai fasisme,tidak menarik menurut standar masyarakat.
Hasrin, A., & Sidik, S. (2023). Tren Kecantikan dan Identitas Sosial: Analisis Konsumsi Kosmetik dan Objektifikasi Diri di Kalangan Perempuan Kota Palopo. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(4). https://doi.org/10.20961/jas.v12i4.71618
Hoed, B. H. (2014). Semiotik & Dinamika Sosial Budaya (eds 3). Depok: Komunitas Bambu.
Indraswari, D. L. (2020). Video On Demand” di Tengah Pandemi. Kompas. https://www.kompas.id/baca/ riset/2020/06/16/video-on-demand-di-tengah-pandemi/.
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball Sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. https://doi.org/10.31764/historis.vXiY.4075
Qona’ah, S. Q., & Munanjar, A. M. (2021). Konstruksi Sosial Media Massa Pada Iklan Lux Versi “Botanicals All-in-One Magical.” Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 107–114. https://doi.org/10.31294/kom.v8i2.10622
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Riswanto, D., & Marsinun, R. (2020). Perilaku Cyberbullying Remaja di Media Sosial. Analitika, 12(2), 98–111. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.3704
Rukmawati, D. R., & Dzulkarnain, I. (2015). Konstruksi Kecantikan Di Kalangan Wanita Karier (Di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan). Journal of Sociology, 8(1), 1–16. https://doi.org/10.21107/djs.v8i1.3722
Santoso, P. (2016). Konstruksi Sosial Media Massa. Al-Balagh: Jurnal Komunikasi, 1(1). https://publication.umsu.ac.id/index.php/ht/article/download/1609/1514
Shafina, G. (2023). Jumlah Pelanggan Layanan Streaming Indonesia Kian Meningkat. GoodStats.Diakses pada tanggal 12 Mei 2024. https://data.goodstats.id/statistic/jumlah-pelanggan-layanan-streaming-indonesia-kian-meningkat-s2q42.
Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi (cet 5), Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suci, L. R., & Supratno, H. (2022). Konstruksi Realitas Sosial Dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi: Kajian Konstruksi Sosial Peter L. Berger Dan Thomas Luckmann. Bapala, 9(3), 101–111. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/45936/38770
Susanti, L. A. (2020). Di bully karena Miliki Tubuh Kerdil, Anak Ini Alami Trauma & Ingin Akhiri Hidupnya: Beri Aku Pisau. Tribun Palu. Diakses pada tanggal 13 Desember 2024. https://palu.tribunnews.com/2020/02/21/dibully-karena-miliki-tubuh-kerdil-anak-ini-alami-trauma-ingin-akhiri-hidupnya-beri-aku-pisau?page=all.
Veronica, Z. (2023). Lookism & Beauty Privilege: Saat Orang Good Looking Lebih Diperlakukan Istimewa. Diakses pada tanggal 12 Desember 2024. https://kumparan.com/aenuni-fatihah/lookism-and-beauty-privilege-saat-orang-good-looking-lebih-diperlakukan-istimewa-1zehSftOftn.
Wardani, A. S. (2022). Survei: Pengguna Aplikasi Streaming Meningkat, 74 Persen Pilih Berlangganan. Liputan 6. Diakses pada tanggal 12 Mei 2024. https://www.liputan6.com/tekno/read/5025068/survei-pengguna-aplikasi-streaming-meningkat-74-persen-pilih-berlanggan?page=2.
Yanti, V. S., & Bajari, A. (2020). Konstruksi Cantik Dalam Akun Instagram. Jurnal Ranah Komunikasi (JRK), 3(2), 55. https://doi.org/10.25077/rk.3.2.55-68.2019
Yuliani, N. (2019). Fenomena Kasus Bullying di Sekolah. Research Gate, 2. https://dx.doi.org/10.31227/osf.io/maqtx
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









