Intercultural Theology and Interreligious Studies dari Perspektif David Cheetham: Sebuah Studi Teologis

Authors

  • Henri Sirangki Gereja Toraja Jemaat Buntu Panga’
  • Nurani Tika Sekolah Tinggi Filsafat Theologia INTIM Makassar
  • Evendi Trisael Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Yefta Noval Universitas Kristen Satya Wacana
  • Rannu Malino Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Ines Ramba Institut Agama Kristen Negeri Toraja

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i3.1232

Keywords:

David Ceetham, Intercultural Theology, Interreligious Studies, Teologis

Abstract

Keadaan multikultural dan keberagaman menjadi atensi kita, sebab tidak jarang masalah agama, etnis, suku dan ras memicu konflik yang dapat merusak persatuan yang telah lama dibangun. Di tengah pluralisme agama, perpecahan antaragama terjadi, yang disebabkan oleh pemahaman teologis yang belum mendasar pada setiap individu maupun komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif David Cheetham mengenai bagaimana masyarakat seharusnya hidup dalam keberagaman agama dan budaya, serta bagaimana membangun teologi yang berakar kuat dalam diri umat Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa David Cheetham menganggap teologi antarbudaya bukanlah konsep baru dalam sejarah teologi kontemporer. Ia merujuk pada wahyu 7:9 yang baginya menyingkapkan pandangan multikultural (keberagaman budaya), bukan keseragaman etnis. Oleh karena itu, tugas teologi antarbudaya adalah tetap setia pada injil, namun juga bersikap inklusif terhadap agama atau keyakinan yang lain, guna menjaga keharmonisan. Bagi David, globalisasi memberikan peluang bagi metode dan praktis teologis kontemporer untuk mengeksplorasi kekayaan budaya yang beragam, yang merupakan bagian dari janji eskatologis. Keberagaman, baik budaya maupun agama, bukanlah sesuatu yang harus ditolak atau dihilangkan. Sebaliknya, melalui keberagaman ini, manusia harus saling menghormati, menerima, dan menghargai untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Terkait studi agama, penulis menawarkan model penerimaan Paul F. Knitter sebagai panduan dalam berdialog dengan agama lain. Dialog antaragama diharapkan dapat menciptakan rasa saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan yang dimiliki oleh setiap agama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alkitab Terjemahan Baru. (1974). Lembaga Alkitab Indonesia.

Aulia, A. R et al. (2023). Hakikat Manusia Sebagai Homo Faber. Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetra), 2(1), 68-73.

Banawiratma, J. B., & Bagir, Z. A. (2010). Dialog Antarumat Beragama: Gagasan Dan Praktik di Indonesia. Jakarta Selatan: Mizan Publika.

Bandur, H. (2021). Moderasi Beragama di Indonesia (Perspektif Adaptasi Antarbudaya dalam Islam dan Katolik). Jurnal Alternatif: Wacana Ilmiah Antarbudaya, 10(2), 89–113.

Cheetham, D. (2011). Intercultural Theology and Interreligious Studies, in Intercultural Theology: Approaches and Themes. London: SCM Press.

Creswell, J. W. (2017). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, trans Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darius, G. & Tanduklangi, R. (2023). "Menakar Posisi Amanat Agung dalam Konteks Moderasi Beragam," in Penguatan Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan, Budaya, dan Tradisi Agama-agama di Indonesia.Yogyakarta: Kanisius.

Emanuel, P. (2021). Teologi Inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Hasan, Z. (2018). Dialog Antar Umat Beragama. Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 12(2), 387-400.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. (2020). https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pres-komnas-perempuan-terkait-kasus-pemaksaan-busana-dengan-identitas-agama.

Karuru, P. (2013). Pentingnya Kajian Pustaka dalam Penelitian. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 2(1), 1–9.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Knitter, P. F. (2008). Pengantar Teologi Agama-agama. Yogyakarta: Kanisius.

Krismiyanto, A., & Kii, R. I. (2023). Membangun Harmoni dan Dialog Antar Agama dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(3), 238-244.

Kristianto, D., & Aliano, Y. A. (2024). Membangun Dialog Interrelegius Antarumat Beragama di Kota Malang. Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 24(2), 134-145.

Latuheru, M. N., & Irwansyah. (2018). Aplikasi Traveloka Sebagai Bentuk Konstruksi Sosial Teknologi Baru. Jurnal Komunikasi Dan Kajian Media, 2(2), 47.

Nurhadi, W., & Irwansyah. (2018). Crownfunding Sebagai Konstruksi Sosial Teknologi dan Media Baru. Jurnal Komunikasi Dan Kajian Media, 2(1), 1-12.

Purnamasari, Ai dan Afriansyah, Ekasatya Aldila. (2021). Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Topik Penyajian Data di Pondok Pesantren. Plus Minus: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 211.

Rumbi, F. (2023). “Mengupayakan Dialog Interreligius Antar Alukta dan Kristen Berdasarkan Model Penerimaan dari Paul F. Knitter,”in Penguatan Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan, Budaya, dan Tradisi Agama-Agama di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Sihombing, E. S. (2020). Kesaksian Iman dalam Dialog Interreligius dan Teologi Interkultural: Witness of Faith In Interreligious Dialogue and Intercultural Theology. SOCIETAS DEI: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 7(2), 173–196.

Sirangki, H et al., (2023) Memaknai Toleransi Secara Teologis Sebagai Upaya Moderasi Beragama. Jurnal Teologi Pambelum, 3(1), 88-96.

Sudijanto, S. D et al., (2025). Pendekatan Hermeneutika Ricoeur dalam Teologi Inklusif untuk menanggapi konflik Etnis dan Budaya di Masyarakat Multikultural. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(1), 143–152.

Suyanto, B. & Suttinah, S. (2015). Edisi Ketiga: Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana.

Sholihin, Muchamad. (2025). Viral Kegiatan Ibadah Dibubarkan Warga di Sukabumi, Bangunan Dirusak. https://news.detik.com/berita/d-7987948/viral-kegiatan-ibadah-dibubarkan-warga-di-sukabumi-bangunan-dirusak, diakses 25 Juli 2025.

Vera, S., & Hambali, R. Y. A. (2021). Aliran Rasionalisme dan Empirisme dalam Kerangka Ilmu Pengetahuan. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 1(2), 65.

Published

2025-09-25