Perubahan Tradisi Bakongsi pada Masyarakat Petani Jorong Bansa, Kenagarian Kamang Tangah Anam Suku

Authors

  • Jumainil Akbar Universitas Negeri Padang
  • Nora Susilawati Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/perspektif.v9i1.1467

Keywords:

Perubahan Sosial, Tradisi Bakongsi, Petani, Teori AGIL

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab terjadinya perubahan tradisi bakongsi pada masyarakat petani Jorong Bansa, Kenagarian Kamang Tangah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam  serta menganalisisnya melalui teori struktural fungsional Talcott Parsons skema AGIL. Tradisi bakongsi yang dahulu berfungsi sebagai kerja kolektif berbasisi gotong royong menjadi sistem kerja individual dan berorientasi upah sejak tahun 1990-an. Perubahan ini terjadi seiring pergeseran kondisi sosial, ekonomi, demografis, dan perkembangan teknologi pertanian. Hal ini menarik untuk dilkukan karena penelitian ini berfokus pada fokus kajian yang secara spesifik menelaah perubahan tradisi bakongsi di Jorong Bansa, yang belum banyak dikaji sebelumnya.Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui kenapa tradisi bakongsi mengalami perubahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling  dengan informan sebanyak 23 orang. Teknik analisis data melalui penelitian ini menggunakan model interaktif Miles Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal meliputi berkurangnya kohesi sosial, melemahnya solidaritas, perubahan pola hidup, serta menurunnya keterlibatan generasi muda menjadi faktor internal perubahan bakongsi. Faktor eksternal meliputi perubahan lingkungan fisik, penurunan kualitas tanah, masuknya pendatang, serta penggunaan teknologi pertanian modern yang meningkatkan efisiensi kerja individual. Analisis AGIL menunjukkan bahwa fungsi adaptasi dan pencapaian tujuan masih berjalan, namun fungsi integrasi dan latensi melemah seiring pudarnya nilai gotong royong. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian nilai solidaritas sosial di tengah modernisasi praktik pertanian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajib, M., & Habiburrahman Aksa, A. (2023). Dampak Perkembangan Teknologi Pertanian Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Petani. Al-I’timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 19–41. https://doi.org/10.35878/alitimad.v1i1.725

Awwaluddin, A. M., & Sadewo, F. S. (2021). Analisa Kebijakan Pendidikan Kependudukan: Sekolah Siaga Kependudukan (Ssk) Dalam Perspektif Teori Agil Talcott Parssons. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummanioramaniora, 5(1), 181.

Ansor, M. (2014). Salib Dibalik Jilbab: Negosiasi Identitas Perempuan Kristen Berjilbab di Langsa, Aceh. Proceeding Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XIV. http://digilib.uin-suka.ac.id/17130/1/Proceeding AICIS XIV Buku_3.pdf#page=294

Arrizal, D. Fatoni, A. & Faristiana, A. (2023). Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan (Suatu Tinjauan Teoritik-Empirik). Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2(3), 01–17. https://doi.org/10.30640/dewantara.v2i3.1270

Cholifah, S. (2017). Perubahan sosial masyarakat desa jamprong pasca pendirian smp satu atap. Paradigma, 5(3).

Detty, A. (2025). Analisis Program Pendidikan Kesetaraan Pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dalam Perspektif Teori Struktural Fu gsional Talcott Parsons. STKIP Subang.

George Ritzer, J. S. (2019). Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Guntoro, H., Rikardo, D., Amirullah, Fahrisani, A., & Suarsana, I. P. (2022). Analisa Hubungan Kebersihan Cargo Bilges dengan Cargo Hold dalam Mendukung Kelancaran Proses Bongkar Muat. Journal Marine Inside, 1(2), 1–32. https://doi.org/10.56943/ejmi.v1i2.9

Hatu, R. (2011). Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan. Jurnal Inovasi, 8(4), 3–9. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIN/article/view/721

Hijrah, W. O. (2022). Degradasi Nilai Budaya Gotong Royong (Pokadulu) Pada Ibu Rumah Tangga Petani Desa Warambe Kabupaten Muna. Selami IPS, 15(2), 132–144.

Huda, N., Hanum, I., & Darma, C. (2025). Backward dan Forward Linkage Sektor Pertanian dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Provinsi Sumatera Barat (Pendekatan Input Output). Journal of Economic Development, 3(1), 24-37.

Ismail, Y., Ibrahim, R., Tanipu, F., & Bumulo, S. (2023). Pergeseran Nilai Budaya Motiayo pada Masyarakat Petani di Desa Biluhu Tengah Kabupaten Gorontalo. Sosiologi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyaraka, 1(1), 1–9.

Lincoln, N. K. D. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Martono, N. (2014). Sosiologi Perubahan Sosial:Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Maulidah, R. & Sukino, T. S. (2024). Teori Sosial Struktural Fungsional Dalam Pengembangan Pendidikan Islam. Tsurayya, 3(2), 47-61.

Melati, F. (2013). Dinamika Perubahan Sosial Dan Budaya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Antrounaridotnet, 2(1), 291–297.

Norhasan, N. Busahwi, B. & Hananah, H. (2023). Pendidikan Karakter, Kohesi Sosial dan Religiusitas Masyarakat Madura dalam Bingkai Tradisi Koloman. Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 12, C. https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/5917/2150

Pemerintah Nagari Kamang Tangah Anam Suku. (2022). Profil Nagari Kamang Tangah Anam Suku. Nagari Kamang Tangah Anam Suku

Prasetya, A., Nurdin, M. F., & Gunawan, W. (2021). Perubahan sosial masyarakat dalam perspektif sosiologi talcott parsons di era new normal. Sosietas, 11(1), 1-12. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/sosietas.v11.i1.36088

Putri, R. G. S. D. (2022). Geopark dan Perubahan Sosial: Analisis Perubahan Sosial dalam Dimensi Struktural (peran, kelas sosial, lembaga sosial) masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh Jawa Barat. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 6(1), 81. https://doi.org/10.24198/jsg.v6i1.36853

Rohimah, I. S., Hufad, A., & Wilodati, W. (2019). Analisa penyebab hilangnya tradisi Rarangkén (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya). Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(1), 17–26. https://doi.org/10.52483/ijsed.v1i1.2

Rusdi, M., Wabula, A. L., Goa, I., & Ismail, I. (2020). Solidaritas Sosial Masyarakat Petani Di Desa Wanareja Kabupaten Buru. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(2), 20–25. https://doi.org/10.58258/jime.v6i2.1331

Sarkawi, D. (2021). Perubahan Sosial dan Budaya Akibat Media Sosial. Jurnal Administrasi Kantor, 4(2).

Sembel, R. R., Sendow, M. M., Wangke, W. M., & Timban, J. F. J. T. (2015). Perubahan Sosial Pada Petani Kelapa (Studi Kasus Petani Kelapa di Desa Senduk, Kecamatan Tombariri). Agri-Sosioekonomi, 11, 33-46.

Sevina, Y. & Maunah, B. (2022). Perubahan Sosial Serta Upaya Menjaga Kesinambungan Masyarakat. Jurnal Pendidikan IPS, 12(2), 49–56. https://doi.org/10.37630/jpi.v12i2.744

Sudaryono, S. (2021). Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono, S. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Turama, A. R. (2020). Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons. Eufoni: Journal of Language, Literary and Cultural Studies, 2(1), 58-69.

Yusmarni, Y. (2016). Analisis Bonus Demografi sebagai Kesempatan dalam Mengoptimalkan Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat. Jurnal Agrisep Universitas Bengkulu, 15(1), 73520.

Yusuf, M. A. (2019). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Published

2026-03-09