Pola Interaksi Sosial Pedagang dengan Nelayan di Pasar Ikan Pantai Purus Padang Kecamatan Padang Barat

  • Merliya Merliya UNP
  • Ikhwan Ikhwan UNP

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi sosial pedagang ikan di pasar ikan pantai Purus Padang Kecamatan padang Barat. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh James Scoot.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus.Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan yaitu 20 orang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola interaksi sosial pedagang dengan nelayan yaitu hubungan Patron-Klien.Hubungan patron-klien terjadi antara pedagang dengan nelayan pemilik kapal.Dimana yang bertindak sebagai patron yaitu pedagang, sedangkan yang menjadi klien yaitu nelayan.meskipun nelayan dalam hal ini sebagai pemilik kapal, namun hasil tangkapan yang sedikit yang disebabkan karena nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional membuat nelayan masih bergantung kepada pedagang. Hubungan patron-klien antara pedagang,dengan nelayan dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek sosial dan aspek ekonomi. Aspek sosial hubungan patron-klien diantaranya : hubungan nelayan dengan pedagang dekat, jarang terjadi konflik antar pedagang dengan nelayan, dan mengadakan arisan antar pedagang dengan nelayan. Sedangkan aspek ekonomi dari hubungan patron-klien antara pedagang dengan nelayan yaitu : sumber daya yang tidak seimbang antara pedagang dengan nelayan dan hubungan yang saling menguntungkan antara pedagang dengan nelayan

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi sosial pedagang ikan di pasar ikan pantai Purus Padang Kecamatan padang Barat. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh James Scoot.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus.Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan yaitu 20 orang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola interaksi sosial pedagang dengan nelayan yaitu hubungan Patron-Klien.Hubungan patron-klien terjadi antara pedagang dengan nelayan pemilik kapal.Dimana yang bertindak sebagai patron yaitu pedagang, sedangkan yang menjadi klien yaitu nelayan.meskipun nelayan dalam hal ini sebagai pemilik kapal, namun hasil tangkapan yang sedikit yang disebabkan karena nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional membuat nelayan masih bergantung kepada pedagang. Hubungan patron-klien antara pedagang,dengan nelayan dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek sosial dan aspek ekonomi. Aspek sosial hubungan patron-klien diantaranya : hubungan nelayan dengan pedagang dekat, jarang terjadi konflik antar pedagang dengan nelayan, dan mengadakan arisan antar pedagang dengan nelayan. Sedangkan aspek ekonomi dari hubungan patron-klien antara pedagang dengan nelayan yaitu : sumber daya yang tidak seimbang antara pedagang dengan nelayan dan hubungan yang saling menguntungkan antara pedagang dengan nelayan

Published
Oct 22, 2019
How to Cite
MERLIYA, Merliya; IKHWAN, Ikhwan. Pola Interaksi Sosial Pedagang dengan Nelayan di Pasar Ikan Pantai Purus Padang Kecamatan Padang Barat. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 2, n. 4, p. 399-406, oct. 2019. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/159>. Date accessed: 11 dec. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v2i4.159.