Kehidupan Perkawinan Pasangan Tanpa Anak

  • Witri Oktavia Universitas Negeri Padang
  • Erda Fitriani Universitas Negeri Padang
  • Selinaswati Selinaswati Universitas Negeri Padang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan perkawinan pasangan tanpa anak di Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori fenomenologi oleh Alfred Scutz. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dari fenomena kehidupan dalam perkawinan pasangan tanpa anak yaitu (1) pada awal perkawinan mereka memiliki kehidupan yang berbeda, ada yang bahagia pada awal pernikahan dan ada juga setelah lama menikah, kehidupan yang mereka alami berliku-liku dan mereka bisa menghadapinya (2) setelah beberapa tahun menikah mereka melakukan perobatan berupa berobat kedokter dan juga ada yang berobat tradisional (3) konflik, istri yang ingin mengadopsi anak saudaranya tidak boleh oleh suami, anak adopsi yang tidak dihiraukan dan juga karena ekonomi dan materi tetapi hal tersebut cepat terselesaikan sehingga mereka bisa hidup damai kembali (4) Pasrah pada nasip yaitu mengangap anak adalah suatu rezeki yang diberikan Allah dan manusia mempunyai rezeki dan jalan hidup yang berbeda-bedah (5) mencari kebahagiaan dengan cara menyibukkan diri bekerja.

Downloads

Download data is not yet available.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan perkawinan pasangan tanpa anak di Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori fenomenologi oleh Alfred Scutz. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dari fenomena kehidupan dalam perkawinan pasangan tanpa anak yaitu (1) pada awal perkawinan mereka memiliki kehidupan yang berbeda, ada yang bahagia pada awal pernikahan dan ada juga setelah lama menikah, kehidupan yang mereka alami berliku-liku dan mereka bisa menghadapinya (2) setelah beberapa tahun menikah mereka melakukan perobatan berupa berobat kedokter dan juga ada yang berobat tradisional (3) konflik, istri yang ingin mengadopsi anak saudaranya tidak boleh oleh suami, anak adopsi yang tidak dihiraukan dan juga karena ekonomi dan materi tetapi hal tersebut cepat terselesaikan sehingga mereka bisa hidup damai kembali (4) Pasrah pada nasip yaitu mengangap anak adalah suatu rezeki yang diberikan Allah dan manusia mempunyai rezeki dan jalan hidup yang berbeda-bedah (5) mencari kebahagiaan dengan cara menyibukkan diri bekerja.

Published
May 26, 2020
How to Cite
OKTAVIA, Witri; FITRIANI, Erda; SELINASWATI, Selinaswati. Kehidupan Perkawinan Pasangan Tanpa Anak. Jurnal Perspektif, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 332-339, may 2020. ISSN 2622-1748. Available at: <http://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif/article/view/234>. Date accessed: 07 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.24036/perspektif.v3i2.234.